Categories
Uncategorized

Factory in the Earth: Bangunan Industrial Terbaik 2016

Gambar 1. Eksterior bangunan
​Sumber: Archdaily.com
Proyek pabrik karya Ryuichi Ashizawa and Associates, Factory in the Earth, dinobatkan menjadi bangunan industrial terbaik di tahun 2016 oleh archdaily.com. Pabrik ini dibangun pada tahun 2013 dan merupakan ekstensi dari pabrik yang sudah ada. Terletak di atas tanah reklamasi yang berdekatan dengan hutan di Johor Malaysia. 

Gambar 2. Analisis matahari, angin, dan air.
Sumber: Archdaily.com
​Konsep dari bangunan ini lebih memfokuskan diri kepada kesadaran bangunan dalam merespon lingkungan sekitar dan juga alamnya. Ryuichi Ashizawa & Associates mendesain bangunan pabrik ini agar dapat memaksimalkan penggunaan air hujan, sinar matahari, angin, dan panas bumi pada bangunannya dalam menyelaraskan bangunan untuk menjaga lingkungan alam sekitar.

Gambar 3. Selasar bangunan
Sumber: archdaily.com
​Struktur bangunan ini berbentuk heksagonal dengan ujung pilar berbentuk bintang yang berasal dari pola arabesque yang menganut budaya islam. Struktur pada bangunan ini juga digunakan sebagai penyimpanan air hujan. Air hujan yang mengalir dari atap dialirkan ke dalam tangki penyimpanan air tanah melalui pipa-pipa yang tertanam dalam pilar. Selanjutnya, air yang disimpan tersebut digunakan untuk menyiram tanaman.

Gambar 4. Analisis matahari, angin, dan air.
Sumber: archdaily.com
​Udara pada bangunan ini juga didesain dengan memanfaatkan perpaduan antara air yang mengalir ke kolam dan sirkulasi angin ini menghasilkan udara sejuk yang mengaliri ruangan transisi antara eksterior dan interior pabrik. Selain udara, panas matahari juga diperhatikan dengan bentuk atap bangunan agar sinar matahari yang masuk ke dalam bangunan merupakan hasil pembiasan, bukan radiasi langsung.
Gambar 5. Tampak barat bangunan.
Sumber: archdaily.com
Bangunan ini didesain selaras dengan sumbu timur-barat yang memungkinkan radiasi dari cahaya matahari langsung dapat diminimalkan. Facade bangunan juga didesain agar dapat menghalau radiasi matahari langsung. Matahari dihalau dengan sistem kabel pada bangunan dengan tanaman merambat.
​Penggabungan antara bangunan dengan alam tidak hanya membuat Factory in the Earth ini menjadi terlihat indah dan unik saja tetapi juga bangunan yang selaras dengan alam dapat membantu kita semua menjaga dan melestarikan bumi.

​Referensi: ​http://www.archdaily.com/586653/factory-on-the-earth-ryuichi-ashizawa-architect-and-associates
Categories
Uncategorized

FK-MAJ: “Livable City Installation Design”

Pada tanggal 23-24 Juli 2016, FK-MAJ (Forum Komunikasi Mahasiswa Arsitektur Jakarta) mengadakan workshop di Universitas Muhammadiyah Jakarta dengan tema Livable City Installation DesignAcara yang diikuti oleh 7 universitas di Jakarta ini tidak hanya menggali kreativitas dari para peserta, namun juga merupakan wadah untuk membangun hubungan serta berbagi pengalaman antar mahasiswa arsitektur Jakarta.

Pada kesempatan kali ini, para peserta ditantang untuk menghasilkan karya ruang publik yang memenuhi standar ramah lingkungan serta menyesuaikan rancangan mereka dengan fasilitas publik yang sudah ada.

Workshop ini diikuti oleh 6 kelompok yang terdiri dari berbagai universitas. Peserta diminta menyajikan karya mereka dalam bentuk gambar, maket, dan slide presentasi yang dinilai oleh Realrich Sjarief dan Artria Pratomo sebagai juri di penghujung acara.

Gambar 01: Peserta workshop Livable City
Sumber: Dok. FK-MAJ
Karya dari kelompok yang memenangkan workshop ini bertujuan untuk meminimalisisasi kesenjangan sosial yang terjadi di Pasar Baru. Hal ini dilakukan dengan membuat sebuah instalasi arsitektur untuk merekonstruksi susunan program kawasan Pasar Baru, dengan konfigurasi warna yang menciptakan fungsi mutualisme bagi para aktivis di daerah tersebut. Tentunya konsep ini memiliki fleksibilitas tinggi untuk beradaptasi dengan padatnya Pasar Baru. Karya yang diberi nama Jelly Beans ini sangat multifungsi, diantaranya sebagai tempat duduk, penghijauan, pembatas parkir, dan wadah bagi pedagang kaki lima, serta sebagai artificial landscape.(H)
Gambar 02: Kelompok 4 sebagai juara pertama
(kiri: Fatimah Zahra, Edward Bryan, Nadia Syahla, Melki Aria P., Bahrul Leonardo, Ryandika, dan Falah Askarullah)
Sumber: Dok. SKETSA