Categories
Uncategorized

World Environment day : 7 Cara yang Mudah untuk Mengurangi Carbon Footprint dan Menghambat Perubahan Iklim

         Dari mendinginkan rumah, mengisi bensin mobil kita atau membeli makanan, carbon footprint kita selalu bertambah. Rata-rata temperatur di muka bumi telah meningkat dari sekitar 0.6o Celcius dari 100 tahun terakhir, di rangsang oleh Ekstra karbon dioksida di atmosfer. Bumi sedang memanas di rasio yang tidak bisa dijadikan patokan di 1300 tahun terakhir dan itu seperti terimbas dari manusia dan bersamaan dengan itu meningkat resiko akan meningkat level laut, banjir, kekeringan, kekeringan bahan pangan, air dan penyakit.
     Di hari Lingkungan sedunia, yang ditandai tanggal 5 Juni, PBB menunjukan aksi positif untuk keperhatinan pada emisi karbon kita sendiri. Bahkan dari perubahan yang kecil membuat semua perubahan di mengurangi Carbon footprint kita dan inilah beberapa cara untuk memulainya. Apalagi kita sebagai arsitek dan calon arsitek, selain kita mendesain dengan memperhatikan lingkungan, di keseharian kita juga kita bisa mulai membiasakan beberapa hal berikut.

Mari makan sayur!

Diet vegetarian dan pemakan seafood menyebabkan 3.8 kg Co2
​Sumber : https://d.ibtimes.co.uk/en/full/1442177/vegetarian.jpg?w=600
       Cobalah untuk mengadakan beberapa hari tanpa daging di harimu dalam seminggu. Sekitar 18% dari gas rumah kaca disebabkan oleh produksi daging secara global, berdasarkan data dari UN Food and Agriculture Organisation. Berdasarkan Studi dari orang british pada tahun 2014 dari Oxford University menemukan bahwa diet (mendefinisikan lebih dari 100 gram per hari) hasilnya, mengurangi 7.2 kg emisi karbon dioksida. Diet vegetarian dan pemakan seafood menyebabkan 3.8 kg Co2 berkurang setiap harinya dan diet vegan produksi hanya 2.9 CO2.
  
Daur Ulang
     Mendaur ulang sangat berguna untuk mengurangi Carbon Footprint. Landfill dari perusahaan komersial dan limbah industri menghasilkan 2.3 MtCO2e- million metric tonnes of carbon dioxide equivalent – setiap tahun. Berdasarkan dari Carbon trust, setidaknya 11.2 milliar ton akan limbah solid di kumpulkan setiap tahunnya dan kebusukan dari limbah ini berkontribusi sekitar 5% dari semua emisi gas rumah kaca.

Merebus dengan hati-hati
        Studi dari Energy Saving Trust di tahun 2013 menemukan bahwa tahun 2014 95% orang Inggris merebus air dengan teko setiap harinya, dengan 40%  merebus air 5 kali atau lebih dalam sehari , ¾ nya diisi terlalu penuh dan menghasilkan limbah berlebih totalnya sekitar 68 miliar poundsterling setiap tahunnya. Merebus merupakan kegiatan yang menghabiskan energi, waktu dan karbon. Maka, rebuslah sesuai dengan jumlah yang dibutuhkan.
 
LED light bulbs
         Menggunakan Bohlam LED yang tahan hingga 10 tahun.

​Plant a tree

Menanam pohon dapat mereduksi CO2
Sumber : https://d.ibtimes.co.uk/en/full/1442190/plant-tree.jpg?w=600

​          Berdasarkan Urban Foresty Netwoek, satu pohon muda dapat mengabsorbsi 13 lb dari CO2 setiap tahunnya dan berkembang sekitar 48 lb saat pohon itu bertumbuh dewasa.
 
Mandilah dengan Shower secukupnya
Mengurangi waktu mandi selama 1-2 menit dapat menghemat air dan energi
Sumber : https://d.ibtimes.co.uk/en/full/1442181/shower.jpg?w=600

​          Untuk setiap menit anda mengurangi sekiranya 10 liter dari air. Mengurangi tagihan air dan menyelamatkan planet ini.
 
Menggunakan kereta atau bus
          Menggunakan transporasi publik mengurangi emisi CO2 secara drastis, namun apabila tidak memungkinkan bisa juga dengan merubah cara mengendarai mobil. Ngebut du jalan dan percepatan yang kurang efeektif sesungguhnya dapat membuat carbon footprint yang kita hasilkan meningkat hinggaa 33% dari bahan bakar dan uang kita.
Sumber : http://www.ibtimes.co.uk/world-environment-day-2015-10-easy-ways-reduce-your-carbon-footprint-curb-climate-change-1504505
Categories
Uncategorized

Wah, Arsitek Indonesia mulai berkembang sampai di luar negeri! Siapa saja dia?

Salah satu arsitek Indonesia sedang menerangkan proyeknya

​Para arsitek ini mengambil tema tropikalitas (tropicality: revisited) karena relevan dengan kondisi dunia saat ini yang menghadapi krisis energi dan pemanasan global. 
Bersama Direktur Museum Arsitektur Jerman, Peter Cachola Schmal, Avianti Armand menjelaskan bahwa ke-12 arsitek asal Indonesia itu merupakan hasil seleksi dari 86 karya arsitektur Indonesia. 
Pendekatan kreatif terhadap iklim tropis, seperti bagaimana mendesain rumah dengan memanfaatkan lahan sempit, serta mengatasi udara panas, dengan tetap memperhatikan unsur hemat energi dan ramah lingkungan.”Para arsitek ini dituntut untuk kreatif dalam mendesain rumah yang ramah lingkungan di tengah krisis energi saat ini. Buat kita, tema tropikalitas ini biasa saja, tetapin di sini (Jerman) tema ini menjadi sesuatu yang perlu dipelajari dan bisa memunculkan inspirasi,” katanya. Ke-12 arsitek asal Indonesia yang menggelar pameran itu adalaah Achmad Tardiyana (dengan karya rumah baca, Bandung), Adi Purnomo (studi-O Cahaya, Jakarta), Ahmad Djuhara (Wisnu Steel House, Bekasi), Andra Matin (Andra Matin House, Jakarta), Csutoras dan Liando (Kineforum Misbar, Jakarta), Gregorius Supie Yolodi dan Maria Rosantina (Tamarind House, Jakarta). Selanjutnya, Effan Adhiwara (Almarik Restaurant, Lombok), Eko Agus Prawoto (Eko Prawoto, Yogyakarta), Yu Sing (Ciledug Timber House, Tangerang), Deddy Wahjudi (House of Labo, Bandung), Antony Liu (Ize Hotel, Bali), dan Urbane Indonesia (Masjid Baiturrahman, Yogyakarta). 
Pameran ini mendapat respon yang positif dari warga Frankfurt. Bagi kita mahasiswa arsitektur kita dapat belajar dari para arsitek-arsitek indonesia ini. 
Demikian cuplikan video mengenai pameran tersebut

Categories
Uncategorized

Labirin Dubai, Pencetak Rekor Dunia

Gambar 1 – The Maze Tower (Referensi: http://www.kaskus.co.id/thread/54da0ca612e257b1248b4570/)
               Pada awal tahun 2015 ini, Dubai telah genap mengantongi lebih dari 100 rekor dari Guiness World Records dengan pemecahan rekor terbarunya. Kali ini, prestasi yang diraih adalah dalam bidang arsitektur, yaitu gedung labirin vertikal terbesar di dunia, the Maze Tower.

The Maze Tower terletak di Jalan Sheikh Zayed, pada jantung the Dubai Financial District. Bangunan ikonik ini selesai dibangun pada Januari 2012. Bangunan ini sendiri berlantai 55 dan memiliki fungsi sebagai mixed-use building (bangunan dengan fungsi campuran).

“Kami selalu ingin the Maze terlihat seperti dibuat dengan cara diukir dari sebongkah batu; dengan bantuan permainan cahaya dan bayangan yang akan membuatnya terlihat hidup,” tutur Hassan Abdulla Al Rostamani, Wakil Ketua dari kelompok dan konseptualis the Maze Tower.
Gambar 2 – Penyerahan piagam tanda the Maze Tower sudah masuk ke daftar Guinness World Records (Referensi: http://www.kaskus.co.id/thread/54da0ca612e257b1248b4570/)
               Ciri khas bangunan ini terletak pada balkon-balkon yang membentuk garis-garis rumit pada bagian muka dan bagian belakang bangunan yang akan membentuk sebuah labirin raksasa bila dilihat secara keseluruhan.

               Fasad the Maze Tower lebih menonjolkan pada kompleksitas estetika dengan memanfaatkan cahaya matahari dan bayangan pada siang hari. Hal ini secara tak langsung berpengaruh pada fasad bangunan yang terlihat seolah bangunan memiliki interaksi dengan cahaya yang memiliki sifat hidup, namun misterius.

                Secara keseluruhan, batu alami yang digunakan sebagai material eksterior the Maze Tower adalah jenis batu granit Brazilian Verde Bahia, yang sengaja dipasang untuk menonjolkan sisi estetika bangunan. Warna hijau gelap pada sudut bangunan diperoleh dari penggunaan water jet treatment yang menghasilkan efek permukaan yang berkilau. Warna yang lebih terang digunakan sebagai material garis-garis yang berfungsi untuk mempertegas ‘labirin’. Warna terang ini diperoleh dari hasil teknik pembakaran yang membuat permukaan menjadi lebih kasar dan membuat permukaan yang lebih terang dan reflektif. Material yang berasal dari batu alam menyajikan kesan kehangatan alami.

Gambar 3 – The Maze Eyes pada bagian atas bangunan mudah terlihat dari jarak jauh. (Referensi: http://www.kaskus.co.id/thread/54da0ca612e257b1248b4570/)
Gambar 4 – Lampu LED pada fasad eksterior. (Referensi: http://www.kaskus.co.id/thread/54da0ca612e257b1248b4570/)
               Bangunan ini juga menyuguhkan 4 fitur yang signifikan, yaitu the Maze Eye, video wall lingkaran dengan ukuran 8 m pada bagian atas bangunan yang mampu untuk menghasilkan gambaran hingga jarak jauh; lampu LED yang dipasang pada fasad eksterior, tepatnya pada pola labirin yang mampu menghasilkan warna dan pola yang berbeda-beda; taman yang sengaja dibangun di tengah bangunan; dan rooftop garden yang berpola labirin di atas tempat parkir mobil.

               “Pembuatan bangunan unik ini merupakan proyek yang sangat bergengsi bagi Al Rostamani Group yang mengambil inspirasinya dari perubahan di sepanjang kota Dubai yang sangat inovatif dan kreatif dan the UAE. Dengan didapatkannya prestasi dari Guinness World Records, Al Rostamani Group merasa bangga karena telah berkontribusi untuk sebuah visi, yaitu mentransformasikan Dubai untuk menjadi kota yang mendunia (world city),” ujar Marwan Abdulla Al Rostamani, Ketua dari Al Rostamani Group.

               “Guinnes World Records turut bergembira dalam mengakui dan menghormati the Al Rostamani Group untuk sebuah kreasi bangunan yang ikonik dan unik yang telah berkontribusi dalam pertumbuhan dan transformasi wilayah yang bersangkutan. Melalui proyek-proyek inovatif seperti the Maze Tower ini, Dubai sendiri telah meraih reputasi terdepan dalam perkembangan dan perancangan,” kata Talal Omar, Country Manager dari Guinness World Records Mena. (Editor; NDP)