Di hari Lingkungan sedunia, yang ditandai tanggal 5 Juni, PBB menunjukan aksi positif untuk keperhatinan pada emisi karbon kita sendiri. Bahkan dari perubahan yang kecil membuat semua perubahan di mengurangi Carbon footprint kita dan inilah beberapa cara untuk memulainya. Apalagi kita sebagai arsitek dan calon arsitek, selain kita mendesain dengan memperhatikan lingkungan, di keseharian kita juga kita bisa mulai membiasakan beberapa hal berikut.
Mari makan sayur!
Sumber : https://d.ibtimes.co.uk/en/full/1442177/vegetarian.jpg?w=600
Daur Ulang
Mendaur ulang sangat berguna untuk mengurangi Carbon Footprint. Landfill dari perusahaan komersial dan limbah industri menghasilkan 2.3 MtCO2e- million metric tonnes of carbon dioxide equivalent – setiap tahun. Berdasarkan dari Carbon trust, setidaknya 11.2 milliar ton akan limbah solid di kumpulkan setiap tahunnya dan kebusukan dari limbah ini berkontribusi sekitar 5% dari semua emisi gas rumah kaca.
Merebus dengan hati-hati
Studi dari Energy Saving Trust di tahun 2013 menemukan bahwa tahun 2014 95% orang Inggris merebus air dengan teko setiap harinya, dengan 40% merebus air 5 kali atau lebih dalam sehari , ¾ nya diisi terlalu penuh dan menghasilkan limbah berlebih totalnya sekitar 68 miliar poundsterling setiap tahunnya. Merebus merupakan kegiatan yang menghabiskan energi, waktu dan karbon. Maka, rebuslah sesuai dengan jumlah yang dibutuhkan.
LED light bulbs
Menggunakan Bohlam LED yang tahan hingga 10 tahun.
Plant a tree
Sumber : https://d.ibtimes.co.uk/en/full/1442190/plant-tree.jpg?w=600
Berdasarkan Urban Foresty Netwoek, satu pohon muda dapat mengabsorbsi 13 lb dari CO2 setiap tahunnya dan berkembang sekitar 48 lb saat pohon itu bertumbuh dewasa.
Mandilah dengan Shower secukupnya
Sumber : https://d.ibtimes.co.uk/en/full/1442181/shower.jpg?w=600
Untuk setiap menit anda mengurangi sekiranya 10 liter dari air. Mengurangi tagihan air dan menyelamatkan planet ini.
Menggunakan kereta atau bus
Menggunakan transporasi publik mengurangi emisi CO2 secara drastis, namun apabila tidak memungkinkan bisa juga dengan merubah cara mengendarai mobil. Ngebut du jalan dan percepatan yang kurang efeektif sesungguhnya dapat membuat carbon footprint yang kita hasilkan meningkat hinggaa 33% dari bahan bakar dan uang kita.







