Categories
Uncategorized

5 Anak Tangga Terbanyak di Dunia

1. Sanssouci, Postdam, Jerman
Tangga ini memiliki 132 anak tangga yang menuju ke istana kediaman Raja Frederick. Istana ini digunakan sebagai kediaman beliau selama musim panas.

2. Hyakudanen Garden Stairways, Jepang
Tangga ini unik karena berada di setiap sisi taman yang terasering. Taman ini memiliki lebih dari 100 pot bunga dengan berbagai jenis.

3. Spanish Steps, Roma
Tangga ini menyambungkan Piazza di Spagna dan Piazza Trinita dei Monti yang memiliki 135 anak tangga dan merupakan salah satu tangga tercuram di Roma.

4. Potemkin Stairs, Ukraina
Tangga ini dikenal sebagai gerbang menuju kota dari laut. Tangga ini terdiri dari 192 anak tangga. Sebelumnya tangga ini memiliki 200 anak tangga, namun 8 anak tangga diantaranya telah tertimbun pasir.

5. Sigiriya, Sri Lanka
Sebuah istana raja dibuat pada puncak batu ini yang dihubungkan dengan tangga yang mengitari batu setinggi 200 meter. Sekarang istana tersebut menjadi asrama Buddha dan dilestarikan sampai sekarang.

Categories
Uncategorized

San Shan Bridge: Jembatan Menuju Olimpiade 2022

Suasana Jembatan pada Sore Hari.
Sumber : http://static.dezeen.com/
Dalam rangka penyambutan Olimpiade tahun 2022, Tiongkok menampilkan wajahnya dengan karya arsitektur baru. Kali ini, biro arsitek Penda diberi kesempatan untuk mendesain San Shan Bridge sebagai sebuah karya untuk menyambut Olimpiade Musim Dingin 2022. San Shan Bridge merupakan sebuah jembatan yang dibangun diatas sungai Gui, sungai yang membelah ibukota Beijing dan kota Zhangjiakou di Provinsi Hebei. Kota Zhangjiakou sendiri merupakan salah satu tempat diadakannya acara Olimpiade 2022.
San Shan Bridge Bird Eye View
Sumber : http://static.dezeen.com/

Jembatan sepanjang 452 meter ini menjadi area buffer antara kota Beijing yang sibuk dan lembah-lembah di sisi sungai yang cenderung lebih tenang. Area rekreasi untuk wisatawan, mulai terlihat tumbuh di sekitar jembatan ini selama beberapa tahun terakhir. Hal ini dipandang menjadi sebuah tren yang diperkirakan meningkat hanya pada saat munculnya event-event penting, seperti olimpiade mendatang. Rencananya,area ini akan dikembangkan menjadi pusat wisata. Oleh karena itu, jembatan ini menjadi sebuah area vital yang menghubungkan langsung wisatawan dari Zhangjiakou menuju pusat kota Beijing
Liuk Lengkung San Shan Bridge dari Atas.
sumber : http://static.dezeen.com/
​Terinspirasi dari simbol cincin olimpiade, San Shan Bridge dibuat melengkung seakan-akan terjadi gerakan meliuk, melambangkan cincin yang saling berhubungan layaknya kompetisi olimpiade antar benua. Bentuk cincin menjadi sorotan utama jembatan, mengiringi fokus pengunjung seakan-akan memasuki cincin raksasa menandai perjalanan ke olimpiade.
Suasana Dalam Jembatan Seperti Terowongan Cincin.
Sumber: http://static.dezeen.com/
Dari samping, San Shan Bridge terlihat seperti tiga gunung yang berdampingan. Hal inilah yang menjadi dasar penamaan jembatan ini. San (三) yang artinya tiga dan shan (山) yang artinya gunung. Memperlihatkan bentuknya yang seperti gunung dan lembah, jembatan menyelaraskan diri agar harmonis secara visual dengan keadaan di sekitarnya.
San Shan Bridge dari Samping Terlihat seperti 3 (tiga) Gunung dan Lembah.
Sumber : http://static.deezen.com/

Categories
Uncategorized

World’s Greenest Office Building is Dutch: The Edge

(Video by: Justin Beach, Brandon Lisy, Alan Jeffries) (Sumber: Bloomberg) 
The Edge yang berada di Amsterdam Belanda adalah secara resmi merupakan kantor paling hemat energi di dunia. Kantor ini juga teruji sebagai kantor dengan cara kerja yang baru, karyawan tidak memiliki ruang kerja. Mereka dapat mengubah preferensi iklim dan pencahayaan masing-masing melalui sebuah aplikasi di smartphone. Tom Randall selaku pemilik dapat melihat tampilan pertama kantornya ini di masa depan.

Categories
Uncategorized

TKIMAI XXXIII Jakarta: Kota Layak Huni untuk Masyarakat Indonesia

Gambar 1. TKIMAI XXXIII Jakarta
Sumber : dok.TKIMAI ke-33
​Kota layak huni merupakan sebuah program yang diimpikan oleh pemerintah maupun masyarakat di Indonesia, oleh karena itu acara TKIMAI (Temu Karya Ilmiah Mahasiswa Arsitektur Indonesia) ke-33 kali ini mengangkat tema “Livable City” agar meningkatkan kesadaran masyarakat dan tentunya arsitek di berbagai daerah dalam membangun sebuah kota layak huni bagi masyarakat serta sebagai solusi dari kurang meratanya pembangunan kota-kota kecil di Indonesia.

Acara berlangsung di ibu kota Indonesia, yaitu Jakarta, pada tanggal 23-30 Juli 2017 dan diikuti oleh kurang lebih 1.400 mahasiswa arstitektur yang berasal dari 19 BPR ( Badan Pekerja Rayon).  Acara yang diadakan setiap tahun ini juga dibentuk agar menyatukan mahasiswa arsitektur dari berbagai daerah untuk mempelajari dan mengetahui perkembangan arsitektur di daerah lain.
​ 

Gambar 2. Opening ceremony TKIMAI ke-33
Sumber : dok.SKETSA
Gambar 3. Opening ceremony TKIMAI ke-33
Sumber : dok.SKETSA
TKIMAI ke-33 memiliki delapan rangkaian acara, yaitu Opening Ceremony atau upacara pembukaan – yang diadakan bersamaan dengan seminar nasional, sayembara arsitektur, workshop, pameran karya, pengabdian masyarakat, diskusi ilmiah, sidang forum komunikasi, dan reuni akbar sebagai penutup acara. Pembukaan acara ini diadakan di Universitas Tarumanagara dimana terdapat seminar nasional yang dibawakan oleh Ardzuna Sinaga, D.K Halim, Bernardus Djonoputro, dan Sarah Ginting yang bertemakan “Livable City“. 

Pada hari kedua, setiap mahasiswa menjalankan paket kegiatannya masing-masing. Terdapat lima macam kegiatan yang dapat dipilih oleh para peserta yaitu, diskusi ilmiah, workshop, pameran, pengabdian masyarakat, dan sidang forum komunikasi. Setiap kegiatan dilaksanakan di tempat yang berbeda-beda dengan tema dan rangkaian acaranya masing-masing – diskusi ilmiah dan workshop bertempat di Universitas Multimedia Nusantara, pameran dan sayembara akhir di Galeri Fatahillah, forum komunikasi di Universitas Borobudur, dan pengabdian masyarakat di 15 kampung Jakarta.

Gambar 4. Workshop TKIMAI ke-33
Sumber : dok.TKIMAI ke-33
Gambar 5. Hasil instalasi Workshop TKIMAI ke-33
Sumber : dok.TKIMAI ke-33
Workshop

Pada tanggal 24-28 Juli diadakan workshop yang mengangkat tema “Urban Intervention” membahas tentang instalasi bambu. Setiap peserta mendapatkan pembekalan materi dari Eko Agus Prawoto, Effan Adhiwara, dan Muqoddas Syuhada, S.T., M.T. terkait desain instalasi dan pengenalan material bambu hingga akhirnya menghasilkan instalasi 1:1. 
Gambar 6. Acara Diskusi Ilmiah TKIMAI ke-33
Sumber : dok.Instagram @fimasulsel
Diskusi Ilmiah

Diskusi ilmiah pada tanggal 24-28 Juli 2017 mengangkat tema “Transit Oriented Development“ dimana peserta diberikan pembekalan materi melalui seminar oleh Marco Kusumawijaya, Deliani Siregar, dan Sandy Sihotang, dengan Mila Ardiani sebagai moderator. Materi tersebut antara lain: Livable City, Transit Oriented Development, serta penerapannya. Hasil akhir diskusi ialah karya ilmiah yang menjadi solusi dari permasalahan perkotaan melalui Transit Oriented Development.
Gambar 7. Pengabdian Masyarakat TKIMAI ke-33
Sumber : dok.TKIMAI ke-33
Pengabdian Masyarakat

Pengabdian masyarakat bertemakan “Karakteristik Kampung Kota“ adalah kegiatan yang memberikan pengalaman tersendiri kepada mahasiswa dalam melakukan riset langsung ke lapangan berupa kampung di sekitar Jakarta dimana mereka melakukan pendataan dasar serta berpartisipasi secara fisik melalui pembangunan sarana dan prasarana sederhana untuk kampung tersebut. Pelatihan peserta dilakukan pada tanggal 24 Juli 2017 di Univesitas Indonesia, sementara penyebaran peserta ke 15  kampung yang terdaftar dilakukan pada tanggal 25-28 Juli 2017.  Data yang dikumpulkan antara lain; pemetaan kampung, infografik sejarah kampung, analisis potensi kampung, serta data demografik. Data yang didapatkan akan diberikan kepada pemerintah sebagai arsip dan pertimbangan untuk penataan kampung tersebut. 
Gambar 8. Sidang Forum Komunikasi TKIMAI ke-33
Sumber : dok.TKIMAI ke-33
Sidang Forum Komunikasi

Sidang forum komunikasi yang merupakan jantung dari acara TKIMAI diadakan pada tanggal 24-26 Juli. Kegiatan ini dibagi menjadi tiga topik bahasan; pendidikan arstitektur, organisasi, dan pengabdian masyarakat. Kegiatan yang diadakan sejak dulu dalam TKIMAI yang membahas pendidikan arsitektur di berbagai daerah, organisasi yang bergerak di dunia arsitektur, dan presentasi dari tim pengabdian masyarakat. Kegiatan ini juga dibagi menjadi tiga tahap, yaitu Pleno 1 (pengumpulan masalah), Pleno 2 (pembahasan masalah), dan Pleno 3 (kesimpulan dari permasalahan).
Gambar 9. Pameran TKIMAI ke-33
Sumber : dok.SKETSA
Gambar 10. Salah satu karya di Pameran TKIMAI ke-33
Sumber : dok.SKETSA
Pameran

Pameran karya berlangsung dari 24-28 Juli 2017 bertemakan “Arsitektur Nusantara” dengan penekanan konsep “Simplicity“ di Galeri Fatahillah. Galeri Fatahillah dipilih sebagai tempat pelaksanaan pameran karena merupakan pusat kebudayaan di Jakarta – hal inilah yang ingin diperlihatkan kepada masyarakat dan mahasiswa arsitektur di Indonesia. Pameran ini menjadi ajang unjuk gigi setiap BPR yang menjadi peserta TKIMAI ke- 33 melalui keberagaman karya arsitektur dari daerahnya masing-masing. Kegiatan ini bertujuan untuk mengenalkan kepada masyarakat tentang karya-karya kreatif arsitektur dari daerah, agar mereka pun dapat memiliki pandangan dan inovasi yang semakin luas. Selain itu pada pameran ini diadakan acara Talk show 1.0 – 4.0 yang membahas seputar Arsitektur Nusantara. 
Gambar 11 .Juara 1 Sayembara TKIMAI ke-33
Sumber : dok.TKIMAI ke-33
Gambar 12. .Juara 2 Sayembara TKIMAI ke-33
Sumber : dok.TKIMAI ke-33
Gambar 13. .Juara 3 Sayembara TKIMAI ke-33
Sumber : dok.TKIMAI ke-33
Sayembara

TKIMAI pada tahun ini diadakan sayembara arsitektur bertemakan “Transit Oriented Development dan Mixed Use Building“. Dengan beranggotakan lima orang, sayembara ini diikuti oleh 45 kelompok yang diadu dalam merancang sebuah kawasan Mixed Use di kawasan Jatinegara agar meningkatkan potensi wilayah tersebut dan memudahkan masyarakat setempat untuk beraktivitas tanpa mengurangi rasa aman dan nyaman. Kegiatan ini juga bertujuan untuk menampung ide-ide kreatif dari seluruh mahasiswa di  Indonesia dalam mengatasi urban sprawl yang terjadi di Jatinegara akibat tata kota yang kurang terorganisir dan densitas penduduk yang tinggi, serta menciptakan sebuah kawasan layak huni dan berdampak baik bagi penduduknya. Penjurian acara ini diadakan dalam dua tahap, yaitu tahap pertama melalui media online dan tahap akhir atau final sayembara di pameran TKIMAI ke-33 di Galeri Fatahillah.

Gambar 14. Closing Ceremony TKIMAI ke-33
Sumber : dok.Instagram @ula_maun
Gambar 15. Closing Ceremony TKIMAI ke-33
Sumber : dok.Instagram @bpr9.mai

Penutupan

TKIMAI ini ditutup dengan reuni akbar pada tanggal 30 Juli 2017 di Universitas Borobudur. Penampilan kesenian dari berbagai BPR menambah kemeriahan acara ini. Secara keseluruhan, TKIMAI ke-33 dibuat dengan harapan agar mahasiswa-mahasiswa arsitektur di Indonesia dapat menjalin hubungan yang baik. Selain itu, para peserta pun mendapatkan pengalaman berkesan, berbagai ilmu, serta terwadahinya kreativitas mereka dalam acara ini. Kita pun sebagai mahasiswa janganlah berhenti berkarya, karena kita adalah masa depan dari bangsa kita. (ET)

Categories
Uncategorized

5 Kota Yang Paling Unik dan Top

http://www.forbes.com/pictures/ehlk45iehm/1-bangkok/
1. Bangkok
     Ibukota Thailand ini menjadi kota di Asia dengan index pariwisata tertinggi di dunia. Kenaikan persentase pariwisata naik 9,8 % sejak tahun 2012. Kota dengan arsitektur khas nya membuat kota ini unik dan menarik daya tarik wisatawan dari berbagai penjuru dunia. Keanekaragaman budaya, makanan, personaliti membuat kota ini begitu kaya dan indah.  Kota Bangkok juga dikenal dengan kuil-kuil Budhanya yang sudah berusia ratusan tahun sehingga kuil-kuil tersebut menjadi bangunan bersejarah dan menjadi ikon Bangkok. 
http://www.forbes.com/pictures/ehlk45iehm/2-london/
2. London 
     Kota London sebelumnya pernah menduduki posisi pertama dan sampai sekarang masih menjadi tempat top yang dikunjungi setiap tahunnya. Kota klasik ini sangat dikenal dengan bangunan klasiknya yakni Big Ben, yang merupakan menara jam di tengah kota London. Big Ben ini telah berusia 151 tahun dan kalian bisa mendengar dentangan jamnya di jembatan di dekatnya dan kalian akan merasakan getarannya dari kepala hingga ujung kaki kalian. Big Ben ini kemudian menjadi ciri khas kota London yang  menghasilkan keuntungan negara sebesar 16,3 Juta USD. 
http://www.forbes.com/pictures/ehlk45iehm/3-paris/
3. Paris
     “Romance City”, itulah sebutan kota Paris. Kota Paris merupakan tujuan wisata yang top di dunia dengan karya arsitektural nya yaitu Menara Eiffel. Menara ini merupakan karya arsitektural paling megah pada masanya dan terbuat sepenuhnya terbuat dari besi. Walau dikenal sebagai kota klasik, namun Paris selalu berkembang dan memiliki ikon-ikon modern dan kontemporer juga.  Namun Paris merupakan satu-satunya kota yang mengalami penurunan index wisatawan dalam beberapa tahun ini. Namun demikian kota indah ini dengan bangunan-bangunan klasiknya masih menjadi top destinasi di dunia. 
http://www.forbes.com/pictures/ehlk45iehm/4-singapore/
4. Singapura
     Kota ini memiliki sektor ekonomi dan komersial yang kuat di Asia Tenggara. Arsitektur kota nya yang modern dipenuhi dengan bangunan-bangunan ikonik nya seperti Marina Bay Sands. Kota ini merupakan kota yang paling sering dikunjungi dengan berbagai ragam atraksinya mulai dari makanan, pemandangan, dan kultur. Setiap sudut kota memiliki keunikannya sendiri. Mulai dari pasar basah, chinatown, little india, red light district dan banyak lainnya. Adanya perbedaan yang kontras antara tradisional dan modern pada kota ini membuat kota ini menjadi unik dan selalu hidup. Bangunan-bangunan tinggi modern yang terdiri dari kondominium mewah hingga perhotelan menghiasi langit kota Singapura.  
http://www.forbes.com/pictures/ehlk45iehm/5-new-york/
5. New York
     New York merupakan kota satu-satunya di Amerika yang memiliki pengunjung internasional terbanyak. Kota konkrete ini merupakan kota yang dipenuhi dengan gedung pencakar langit namun demikian kota ini menjadi menarik dan indah sehingga menarik banyak wisatawan internasional. Keindahan kota ini juga dihiasi dengan berbagai bangunan kontemporer seperti museum dan galeri. pada malam hari kota New York menjadi sebuah kota yang vibrant dan selalu hidup, pertokoan, cafe, restauran, dan lampu-lampu jalan menghiasi kota New York. Kemanapun tujuan anda di kota ini dapat anda tempuh dengan berjalan kaki sambil menikmati suasan kota New York yang begitu mempesona. Keindahan kota ini memberikan  keuntungan negara hingga 18,6 Juta USD pada tahun yang lalu. 
Categories
Uncategorized

Capital Gate, Gedung Paling Miring yang Pernah Dibangun Manusia

​Gedung-gedung pencakar langit yang berdiri tegak tampaknya sudah biasa. Namun, suatu kreativitas lain di luar kebiasaan muncul dari Robert Matthew, Johnson-Marshall & Partners (RMJM), dengan membangun Capital Gate pada 2007 sebagai gedung pencakar langit yang berdiri miring.
Gambar 1. Suasana eksterior Capital Gate
Sumber: amusingplanet.com

​Capital Gate adalah gedung pencakar langit miring pertama di dunia. Berlokasi di Abu Dhabi, berdekatan dengan Abu Dhabi National Exhibitions Company, gedung 35 lantai ini berdiri dengan tingkat kemiringan 18 derajat atau empat kali lebih miring dari menara miring Pisa.

Gambar 2. Tampak interior Lounge Capital gate
​Sumber: amusingplanet.com

Dengan tingkat kemiringan tersebut, gedung yang dimiliki oleh Abu Dhabi National Exhibition Company ini meraih sertifikat dari Guinness Book of Records pada Juli 2010 sebagai “gedung paling miring yang pernah dibangun manusia.”

Agar gedung ini tetap kokoh berdiri, para insinyur menanam 490 tiang pancang dengan kedalaman mencapai 20-30 meter. Menaranya sendiri dibuat dengan dua lapis. Bagian inti menara dibuat berlainan arah dengan inklinasi dan kelurusan gedung.

Gambar 3 dan 4. Tampak void Capital Gate dengan struktur Diagrid Technology
​Sumber:  amusingplanet.com

Adapun Capital Gate adalah menara pertama di Abu Dhabi yang dibangun dengan diagrid technology. Diagrid technology merupakan konstruksi desain yang digunakan untuk membangun gedung-gedung besar yang ditopang dengan baja triangular sehingga efek diagonal bisa didapatkan sebuah gedung. Tak hanya itu agar terhindar dari bencana alam, inti core Capital Gate diberikan gaya tarik terpusat, bahkan pada beberapa dinding terluar Capital Gate masih diberikan kabel tarik yang saling mengikat agar bagian yang miring tidak roboh.

Saat ini, gedung yang dibangun selama lima tahun itu menjadi salah satu landmark terkenal di Abu Dhabi yang berisi perkantoran dan hotel bintang lima.

Berikut merupakan video dokumentasi pembangunan Capital Gate.


​Referensi:  ​​http://www.amusingplanet.com/2013/03/capital-gate-building-leaning-tower-of.html