Categories
Uncategorized

Tips Mengoptimalkan Ruang

Ruang yang terbatas menjadi salah satu kendala dalam merancang. Hal tersebut dapat diatasi dengan cara mendekor sebuah ruang dengan tepat sehingga ruang yang terbatas tidak menghalangi kreativitas Anda. Berikut tips untuk membuat ruang lebih optimal.
Teknik Compact Hidden
Gambar: Kabinet 
sumber: (
www.houzz.com)
Teknik compact atau ringkas adalah teknik menyembunyikan suatu tempat sehingga menjadi tidak telihat. Ruang atau tempat penyimpanan tersebut biasa disembunyikan dibalik dinding atau dibawah lantai sehingga permukaan terlihat tetap  datar. Teknik ini dapat membuat ruang terkesan luas.
Pemanfaatan Bidang Vertikal
Gambar: Ruang baca
Sumber: (designplusmagazine.com)

Pemanfaatan bidang vertikal tidak akan mengurangi space pada ruang anda.  Penggunaan rak buku atau lemari  yang menempel pada dinding dapat memberikan tempat yang lebih untuk menyimpan barang-barang Anda tanpa  perlu khawatir ruangan akan menjadi sempit.
Meminimalkan Penggunaan Sekat
Gambar: Ruang Keluarga dan Ruang Makan
Sumber:  (caandesign.com)
Kurangi penggunaan sekat dinding massive pada ruangan anda karena penggunaan dinding akan membuat ruangan anda terlihat lebih sempit. Permainan warna terang seperti putih atau perbedaan lantai dengan ketinggian 5-10 cm  dapat menjadi solusi  sebagai pembeda ruang dan jika memang anda membutuhkan sekat, gunakanlah sekat dengan material transparan seperti kaca.

Penggunaan Cermin pada Ruang
Gambar: Ruang keluarga
Sumber(freshome.com)
Memasang cermin pada bidang dinding. Pantulan bayangan memberikan ilusi ruang pada cermin itu sendiri sehingga seakan-akan terdapat ruang dibalik cermin. Selain itu, cermin juga dapat dijadikan aspek dekorasi ruang.
​Ruang sempit bukanlah menjadi suatu masalah dalam merancang. Semoga beberapa tips diatas dapat diterapkan dan merupakan salah satu solusi masalah anda.
Categories
Uncategorized

Kuki Store & Cafe, Sepotong Bogor Tempo Dulu

Alamat : Jl. Halimun No. 6, Babakan Bogor Tengah, Kota Bogor, Jawa Barat 16128
Waktu Operasional : pk.10.00-22.00 WIB.
​​
Foto 1. Suasana Kuki Store & Cafe pada sore hari
​(sumber: dokumentasi SKETSA)
Tak jauh dari Taman Kencana Bogor berdiri sebuah kafe kecil bergaya minimal vintage dengan pilihan cookies andalannya.

Dibuka pada akhir 2015 lalu, Kuki Store & Cafe sudah menarik perhatian para pecinta kuliner di Bogor dan sekitarnya. Kedai sekaligus toko kue ini menawarkan suasana Bogor tempo dulu, lewat tampilan bangunan yang merupakan bekas rumah tinggal bergaya art-deco.

Pertama kali memasuki kedai Kuki, pengunjung langsung disuguhkan oleh berbagai macam kue dan panganan ringan lainnya dalam etalase kayu minimalis. Hal yang sama juga ditemukan pada indoor dining area di sebelahnya. Pilihan perabot minimalis dan dominasi warna putih pada dinding bertujuan untuk menyeimbangkan nuansa vintage yang sudah ada. Vintage ambience kedai ini semakin terasa dengan kehadiran lampu-lampu halogen yang menerangi ruangan.

Foto 2. Area semi-outdoor dining sekaligus venue untuk b​erbagai acara dan kegiatan komunitas.
(sumber: dokumentasi SKETSA)

Foto 3. Suasana vintage pada area makan indoor di dalam kedai.
(sumber: dokumentasi SKETSA)

Di sisi kiri kedai berdiri semi-outdoor dining area bergaya minimalis. Visibilitas terhadap area ini cukup tinggi, karena terhubung langsung dengan area parkir dan beranda kedai. Situasi ini memungkinkan area tersebut untuk sering digunakan sebagai venue berbagai acara dan kegiatan. Salah satu acara yang baru-baru ini digelar pada area ini adalah pameran foto dan diskusi terbuka oleh komunitas Analog Bogor (Sabtu, 13 Agustus 2016).

Dengan kisaran harga 25.000­-50.000 rupiah, pengunjung dapat menikmati sejumlah panganan khas tempo dulu, terutama menu andalan ice-cream waffle dan macaroni schotel. Tertarik? Luangkan waktu Anda ketika berkunjung ke Bogor dan nikmati sensasi tempo dulu di kedai ini. (J/Majalah SKETSA)

Categories
Uncategorized

Kantor Arsitektur di Jakarta oleh Sonny Sutanto Architects

Gambar 1. Eksterior kantor SSA
Sumber: archdaily.com
Kantor firma arsitektur Sonny Sutanto Architects (SSA) yang baru ini empat kali lebih besar dari kantor SSA sebelumnya yang berlokasi di rumah Sonny Sutanto sendiri selama hampir tiga belas tahun. Kantor baru SSA ini berlokasi di Jakarta dengan luas 800 meter persegi dan didesain langsung oleh arsiteknya, Sonny Sutanto dan Mira Susanty.
 
Berbeda dengan kantor pada umumnya, kantor baru SSA cenderung mempertahankan beberapa aspek dari kantor lamanya, misalnya dari segi skala kenyamana ruang kerja, pekerja dapat merasa nyaman seperti di rumah meskipun sedang bekerja di kantor. Kantor SSA yang baru ini juga menggunakan kembali mebel-mebel tua dari ruang kantor lamanya.​
Gambar 2. Skylight
Sumber: archdaily.com
Terdiri dari tiga massa utama, di mana ruang yang tercipta di antara massanya  difungsikan sebagai ruang transisi. Sang arsitek, Sonny Sutanto, menciptakan urutan pada program ruangnya. Dimulai dari nuansa area entrance saat memasuki gedung, arsitek mengendalikan perspektifnya melalui koridor untuk menunjukkan halaman belakang serta mengendalikan geometri ruang untuk mengakomodasikan kegiatan tertentu. Demi privasi, pada titik-titik tertentu kantor dinding tetangganya ditutupi oleh lapisan dinding dengan bentuk geometri yang kuat untuk menghindari pandangan yang tidak diinginkan.

Lantai pertama digunakan sebagai area publik yang terdiri dari resepsionis, ruang pertemuan, ruang sampel material, ruang workshop untuk membuat model, ruang makan, pantry, dan halaman. Halaman dalam kantor dapat digunakan untuk kuliah umum yang kadang-kadang diadakan.

Gambar 3. Resepsionis
Sumber: archdaily.com
Gambar 4. Halaman dalam bangunan yang kadang digunakan untuk seminar
Sumber: archdaily.com
Gambar 5. Ruang makan dan pantry
Sumber: archdaily.com
​Lantai kedua digunakan sebagai wilayah kerja pribadi untuk arsitek dan petinggi kantor. Terdiri dari ruang administrasi, galeri, dan perpustakaan sebagai program pendukung. Ruang-ruang tersebut mengelilingi tangga utama untuk membuat suatu kesinambungan atau suatu titik temu. Lantai ketiga juga digunakan sebagai wilayah kerja pribadi untuk drafter dan pekerja praktek, dengan toilet dan ruang janitor sebagai program pendukung. Lantai ketiga dan keempat di belakang bangunan digunakan untuk area servis.
Gambar 6. Ruang administrasi
Sumber: archdaily.com
Gambar 7. Ruang petinggi kantor
Sumber: archdaily.com
​Nampak beberapa elemen yang sengaja didesain oleh arsitek untuk menciptakan suasana menyenangkan di kantor ini. Misalnya bagian pagar bangunan yang meniru tanda tangan pendirinya, Sonny, huruf “THE BOSS” yang sengaja didesain di kantor petinggi, kola mikan, aquarium, dan beberapa hiasan dinding yang terbuat dari mozaik dan merupakan buatan tangan.
Gambar 8. Kolam ikan
Sumber: archdaily.com
Referensi: http://www.archdaily.com/789663/architecture-office-in-jakarta-sonny-sutanto-architects