Categories
Uncategorized

5 MODA TRANSPORTASI UMUM TERUNIK YANG AKAN MEMBUATMU TERKAGUM

Kamu tentu sudah biasa melihat sepeda, mobil, kereta, perahu, pesawat, dan lain-lainnya. Tapi bagaimana jika bus yang berjalan di atas rel atau kapal feri yang berlayar di atas danau yang membeku? Penasaran bukan?
 
Berikut 5 moda transportasi umum dengan bentuk yang unik di dunia:
 
1.Underground Funicular di Turki
Underground Funicular di Turki
(http://www.b66ama.com/?cat=44)
Furnicular merupakan sebuah kereta api miring. Uniknya Furnicular memiliki trem yang bergerak naik turun di bukit dengan kabel sehingga tidak heran kereta ini bisa berhenti dengan posisi miring. Instanbul Tunel merupakan versi bawah tanahnya. Kereta ini juga merupakan yang tertua kedua setelah London Underground.

​2. Chicken Bus di Amerika Tengah
Chicken Bus di Amerika Tengah
(http://ambergriscaye.com/photogallery/080224.html
Chicken Bus pada saat  penuh dengan ayam
(http://www.pickygirlandthebottomlesspit.com/uploads/6/0/3/0/6030727/6739499.jpg?631)
Mobil bus klasik, warna mencolok, disebut sebagai Chicken Bus karena terkadang bus ini digunakan untuk membawa ayam dari atau ke pasar. 
 
3. Cgo Yong di Kamboja
​Cgo Yong di Kamboja
(http://www.cheapflights.com/news/around-the-world-in-80-modes-of-transportation/)
Terlihat seperti alat pembajak sawah ya? Cgo Yong merupakan daur ulang dari berbagai mesin yang digabungkan dengan gerobak sebagai tempat penumpangnya. Penasaran bagaimana rasanya naik Cgo Yong? Kamu bisa menaikinya di sepanjang jalan Angkor Wat, Kamboja.

4. Chiva Express di Ekuador
Ice Angel di Amerika Serikat
(http://www.speedytown.com/2015/06/5-moda-transportasi-umum-yang-unik-di.html)
Menurut kamu, ini bus atau kereta api? Kalau kamu mengira ini adalah kereta api, kamu salah besar! Bus ini berjalan di atas rel. Awalnya rel digunakan sebagai penghubung antara pegunungan dan laut, tetapi sekarang justru rute ini dijadikan perjalanan seru untuk liburan. Kamu akan mendapatkan panorama terindah di Ekuador dengan udara pegunungan yang segar! Pssstt, kamu juga bisa duduk di atapnya loh kalau kamu berani.

5.Ice Angel di Amerika Serikat

Ice Angel di Amerika Serikat
(http://www.speedytown.com/2015/06/5-moda-transportasi-umum-yang-unik-di.html)
Ice Angel merupakan kapal feri yang mampu berjalan di atas air mau pun di atas danau yang membeku. Bila sedang berjalan di atas es, feri ini berjalan dengan roda. Namun saat es mencair, feri ini akan tetap mengapung seperti perahu adanya. Kamu bisa menaikinya di Madeline Island, Amerika Serikat.
Categories
Uncategorized

800.000 lampu untuk Natal !?  

Hari ini adalah hari yang special, Kamu pasti sudah tahu tanggal 25 Desember adalah hari seluruh umat  Kristiani menyambut natal. Bukan hanya mereka, tetapi natal sudah menjadi tradisi bagi semua kalangan. Orang orang ramai  membicarakannya dan bahkan melakukan persiapan natal jauh jauh hari. Tidak sedikit usaha yang dikeluarkan untuk menyambut hari ini. Ambil contoh Taman Tivoli.
Taman Tivoli di Copenhagen, Denmark, telah dipersiapkan untuk masa natal.
Ia dirancang dengan menonjolkan kombinasi antara desain Denmark yang unik dan lampu-lampu yang modern dari desainer lightning Denmark bernama Jesper Kongshaug,melaporkan ada 800.000 lampu di event tahunan kali ini. Dengan energi yang efisien LED penerangan telah ditingkatkan untuk membuat pertunjukan yang SPEKTAKULER.
Nimb Hotel
https://arrivalshall.files.wordpress.com/2014/11/tivoli-17.jpg
Little Rusia
https://c2.staticflickr.com/8/7170/6656315199_6da428c085_b.jpg
Ada juga sekitar 11.000 pohon natal, dan 30.000 ornamen yang menciptakan suasana natal dan menyatukan Copenhagen sebagai satu pilihan untuk turis menikmati pengalaman akan festifal budaya tahunan ini.
Menakjubkan bukan? Coba bayakan kamu yang berada disana. Pasti sangat menyenangkan. Penasaran keindahannya? Kami tampilkan videonya khusus untuk kamu.

Categories
Uncategorized

“Garbage Reclamation” as New Land ?

Isu lingkungan memang sedang digalang di mana-mana. Mengingat kondisi lingkungan yang semakin parah akibat global warming serta efek samping yang ditimbulkan seperti naiknya air laut akibat mencairnya es kutub. Banyak negara yang mencoba mengatasi permasalahan tersebut dengan melakukan reklamasi. Reklamasi dilakukan dengan mengangkut batu, tanah, serta pasir dari pulau-pulau tak berpenghuni atau dari daratan. Namun pengangkutan seperti ini bila terus menerus dapat menenggelamkan suatu pulau. Bila kita memperhatikan dengan seksama kondisi lingkungan yang penuh dengan sampah, adakah pemikiran menggunakan sampah/garbage sebagai material reklamasi?

Produksi sampah di kota-kota besar semakin meningkat seiring dengan bertambahnya jumlah penduduk suatu kota. Akibatnya pencemaran sampah tidak dapat dihindari, apalagi diperburuk oleh minimnya kesadaran masyarakat untuk membuang sampah pada tempatnya. Berbagai usaha untuk mendaur ulang sampah menjadi pupuk kompos, kerajinan tangan, dsb masih tidak bisa menandingi produksi sampah yang kian menggunung.
Gunung sampah yang menumpuk di sungai/kali yang ada di Jakarta
(sumber: http://foto.inilah.com/read/detail/71784/tumpukan-sampah-pasca-banjir)

Akibatnya sampah yang semakin menumpuk mulai “menggusur” permukiman masyarakat, khususnya masyarakat pinggiran. Masyarakat pinggiran harus bersahabat dengan lingkungan yang penuh sampah. Mau tidak mau, ya harus mau.  Seiring waktu, rumah masyarakat didirikan di atas tumpukan sampah. Sampah yang menjadi pinjakan untuk tinggal oleh masyarakat sekitarnya dapat dikatakan sebagai “New Land”.
Wajah permukiman kumuh di TPA Bantar Gebang
(Sumber: http://www.kompasberita.com/2013/02/puluhan-tahun-pemukiman-warga-tpa-tetap-kumuh/)

Selain permasalahan sampah yang nyata ada di daratan, pencemaran sampah yang terjadi di perairan pun bisa kita lihat terjadi dimana-mana baik di sungai maupun di laut. Pencemaran sampah yang semakin banyak dan menumpuk bisa dikatakan menjadi “daratan” tersendiri. Contohnya pendangkalan sungai yang terjadi di Sungai Ciliwung, Jakarta. Awalnya kedalaman sungai mencapai 8 meter namun dalam 20 tahun terakhir kedalam sungai hanya mencapai 3-5 meter saja akibat menumpuknya sampah. Ditambah lagi dengan tumpukan sampah yang menggenang di atas air sungai.
Kampung nelayan di Muara Angke menjadi contoh nyata. Awalnya masyarakat tinggal di rumah panggung yang berada di atas air dengan kedalaman ± 2 meter. Seiring dengan perkembangan waktu penduduk kampung nelayan sendiri yang mereklamasi area tempat tinggal mereka sedikit demi sedikit menggunakan tanah, pasir, batu, serta “garbage” yang ada dan telah diolah. Memang memakan waktu yang cukup lama namun sampai sekarang hasil reklamasi yang dilakukan masyarakat tersebut dapat dikatakan berhasil.
Garbage Reclamation di Kampung Nelayan, Jakarta Utara
(Sumber: http://selokartojaya.blogspot.com/2010_11_21_archive.html)

Apabila sampah/garbage yang ada diolah dengan seksama, sampah berpotensi untuk mengatasi permasalahan yang ada terutama di kota Jakarta. Contohnya sekarang ini bisa dibilang banyak peniggian lahan untuk mencegah masuknya air/banjir ke dalam bangunan, dan yang sampai saat ini digunakan berupa pasir dan tanah yang di ambil dari sungai. Apabila material yang digunakan untuk meningkatkan lahan berupa hasil olahan “garbage” selain bisa mereduksi jumlah sampah di Jakarta dengan cukup besar, mempercepat daur ulang sampah, serta mengurangi pengerukan tanah di gunung atau sungai. (NIW)
Categories
Uncategorized

Architecture is Everywhere Karya Sou Fujimoto dalam Chicago Architecture Biennial

Architecture is Everywhere” karya Sou Fujimoto merupakan salah satu pameran favorit di Chicago Architecture Biennial pada Oktober 2015 lalu. Karyanya berupa potongan-potongan kecil dari barang sehari-hari atau benda yang dapat dikatakan sampah yang diberi miniatur manusia tampak seolah-olah seperti maket dengan skala tertentu, dan tampak seperti sebuah arsitektur.
 
Dengan menambahkan miniatur manusia, potongan-potongan tersebut memberikan sebuah imajinasi baru dalam arsitektur. Percobaan ini mengeksplor ide-ide arsitektur yang berbeda dengan pengertian arsitektur pada umumnya. Seperti keripik kentang yang diberikan miniatur manusia atau barang sehari-hari lainnya yang berubah menjadi arsitektur.
 
Pameran karya Sou Fujimoto ini membuka pola pikir masyarakat terhadap definisi arsitektur yang lebih dalam. Masyarakat dapat menikmati arsitektur dan memahami bagaimana arsitektur dan arsitek dapat melampaui pengertian umum dari arsitektur itu sendiri.
 

Potongan-potongan kecil dari pameran “Architecture is Everywhere” karya Sou Fujimoto di Chicago Architecture Biennial 2015
​Sumber : http://www.archdaily.com/775921/ad-interviews-sou-fujimoto-chicago-architecture-biennial


Referensi : http://www.archdaily.com/775921/ad-interviews-sou-fujimoto-chicago-architecture-biennial