Categories
Uncategorized

“The Novel House: Volumetric”

Pameran Studio Perancangan Arsitektur VII Jurusan Arsitektur Universitas Tarumanagara

“The Novel House” adalah sebuah proyek yang menggabungkan program dengan imajinasi. Program berbicara mengenai rencana, sementara imajinasi berbicara mengenai gambaran. “The Novel House” melihat tiap isu dengan sebuah kedalaman yang mencakup segala macam kompleksitas, mendorong mahasiswa agar dapat melahirkan suatu kebaharuan dalam pola pikir perancangan
Gambar 1. Pameran “The Novel House: Volumetric”
Sumber: Dok. SKETSA

Ada pemandangan yang berbeda di koridor lantai 7 Gedung Teknik Universitas Tarumanagara. Tidak seperti biasanya, di depan lift utama lantai tersebut terdapat sebuah pameran yang berjudul “The Novel House: Volumetric” berlangsung dari tanggal 9 Oktober 2017 sampai dengan 20 Oktober 2017.  Pameran ini menghadirkan 40 karya terbaik tugas 1 mahasiswa Studio Perancangan Arsitektur VII Jurusan Arsitektur Universitas Tarumanagara.

​Instalasi pameran dibangun secara mandiri oleh peserta menggunakan scaffolding, triplek, dan kain hitam. Nuansa pameran dibuat gelap agar kontras dengan lorong yang biasanya terang, memberikan nuansa ruang yang berbeda, dan menonjolkan karya-karya peserta di bawah lampu sorot. Layout pameran ditata berliku-liku agar ketika orang melewati lorong tersebut tidak dapat hanya berjalan lurus, namun harus mengikuti alur pameran.
Gambar 2. Karya-karya yang ditampilkan pada pameran “The Novel House: Volumetric”
Sumber: Dok. SKETSA

Karya yang diikutsertakan dalam pameran ini dipilih berdasarkan konsep mahasiswa, proses mengubah tulisan – dalam tugas kali ini adalah novel – menjadi sebuah volumetrik. Karya-karya terbaik langsung dipilih oleh dosen koordinator Studio Perancangan Arsitektur VII, Ir. Agustinus Sutanto, M. Arch., M. Sc., Ph. D
Gambar 3. Tommy, Ketua Pelaksana pameran The Novel House: Volumetric
Sumber: Dok. SKETSA

“Melalui pameran ini, kami berharap teman-teman dapat mengambil esensi dari kurikulum yang baru di Jurusan Arsitektur Universitas Tarumanagara, serta dapat berproses belajar bersama mengenai narrative architecture,” ungkap Tommy selaku ketua pameran “The Novel House: Volumetric”. Pameran ini diharapkan mampu memotivasi teman-teman di jurusan arsitektur untuk menghidupkan sebuah narasi menjadi suatu karya arsitektur dengan memberikan kedalaman spasialitas yang baru. (YDA)
Categories
Uncategorized

5 Bangunan Arsitektur Paling Menakjubkan di Kota Dubai

Dubai merupakan kota terbesar dengan populasi penduduk terbanyak di Uni Emirat Arab. Kota ini mendapat predikat sebagai kota dengan tingkat perkembangan infrastruktur tercepat di dunia dan telah berhasil menarik perhatian dunia melalui proyek-proyek konstruksinya yang besar dan mengagumkan. Yang dahulu hanya sebuah kota gersang yang dipenuhi padang pasir tandus, sekarang Dubai sudah berubah menjadi kota metropolitan yang sibuk, dihiasi bangunan-bangunan pencakar langit megah dan menakjubkan. Bangunan-bangunan yang ada di Dubai tidak hanya sekedar tinggi dan megah, namun memiliki keunikan tersendiri pada desain arsitekturnya yang berbeda dari yang lain. Keunikan arsitektur inilah yang menjadi salah satu magnet utama kota tersebut di kancah dunia.

Berikut adalah 5 bangunan arsitektur paling menakjubkan di kota Dubai versi Majalah SKETSA.
​     1. Burj Khalifa

Gambar 1. Burj Khalifa
Sumber: partsolutions.com
Burj Khalifa terletak di Sheikh Mohammed bin Rashid Blvd, Dubai, dan diresmikan pada tahun 2009. Bangunan tersebut sempat mendapat penghargaan sebagai bangunan tertinggi di dunia (818 meter). Ketinggian dari dasar hingga puncaknya enam kali lebih tinggi dari Monumen Nasional (Monas) di Indonesia. Bahkan puncak Burj Khalifa dapat dilihat dari jarak hingga 95 kilometer. Selain itu, bentuk bangunan hasil rancangan Adrian Smith ini pun sangat unik, menyerupai kapal roket yang hendak lepas landas.

     2. Burj al-Arab

Gambar 2. Burj Al Arab
Sumber: Jumeirah.com
Burj al-Arab merupakan salah satu hotel termewah di dunia hasil rancangan arsitek Tom Wright. Ketinggian bangunan ini mencapai 321 meter, terdiri dari 66 lantai di dalamnya. Burj al-Arab berdiri di atas sebuah pulau buatan, yang berada 280 meter lepas pantai di Teluk Persia. Hotel yang dibangun pada tahun 1999 ini memiliki bentuk yang unik dan menarik, yakni menyerupai layar pada sebuah perahu.
 
​     3. The Emirates Towers
Gambar 3. The Emirates Towers
Sumber: en.wikiarquitectura.com
Komplek Emirates Towers dibuka sejak tahun 2000 dan terletak di Jalan Sheikh Zayed, Dubai, Uni Emirat Arab. Hasil karya arsitek Hazel Wong ini memiliki luas 570.000m². Emirates. Kompleks tersebut terbagi menjadi Emirates Office Tower dan Jumeirah Emirates Towers Hotel. Office Tower memiliki ketinggian 355 meter, sementara Hotel Tower memiliki ketinggian 305 meter. Keduanya berdiri sebagai bangunan ke-42 dan ke-100 tertinggi di dunia, serta dihubungkan oleh “The Boulevard”, sebuah kompleks pertokoan dua tingkat seluas 9.000 m². Keunikan desain dari kompleks tersebut terletak pada menara-menaranya yang memiliki jumlah tingkat yang sama, menara perkantoran memiliki 54 tingkat, sementara menara hotel memiliki 56 tingkat, namun tinggi antar lantai pada menara perkantoran lebih besar daripada hotel.
 
     4. Hydropolis
Tidak hanya bangunan-bangunan pencakar langit, Dubai juga memiliki bangunan unik dan menawan yang dibangun di dalam air, yaitu Hydropolis. Hydropolis merupakan sebuah hotel resort mewah bawah laut pertama di dunia yang dibangun pada Juni 2010 yang lalu. Di sini pengunjung dapat melihat dan menyaksikan langsung kehidupan di bawah laut yang menakjubkan. Proyek karya arsitek Joachim Hauser ini berada 30 meter di bawah permukaan Teluk Persia. Material utama yang digunakan pada bangunan ini yaitu beton, baja, dan Plexiglass.

     5. Jumeirah Beach Hotel

Gambar 5. Jumeirah Beach Hotel
Sumber: Jumeirah.com
Hotel yang satu ini memiliki bentuk unik dan mengagumkan, yaitu bergelombang layaknya air laut. Jumeirah Beach Hotel sudah berdiri sejak tahun 1997. Meskipun tidak termasuk sebagai bangunan pencakar langit seperti bangunan-bangunan di Dubai lainnya, hotel karya WS Atkins ini tetap menarik perhatian para wisatawan melalui bentuk fasadnya yang menakjubkan dilapisi kaca berwarna biru. Para tamu yang menginap di hotel ini juga dapat merasakan langsung pemandangan menghadap Teluk Arab.
 
Masih banyak bangunan-bangunan menakjubkan lainnya di kota Dubai. Bangunan manakah yang paling menarik menurut kalian?
 
Referensi:
www.visitdubai.com/en/articles/architecture-in-dubai
liza-fathia.com/5-gedung-dengan-arsitektur-menakjubkan-di-kota-dubai/
/menujuhijau.blogspot.co.id/2012/02/arsitektur-arsitektur-menakjubkan-di.html
www.charismaticplanet.com/hydropolis-underwater-hotel-dubai/
Categories
Uncategorized

Universitas Budi Luhur SEMAR : Seminar Nasional Arsitektur

“ Napak Tilas Kearifan Lokal Arsitektur Nusantara Kampung Bena”

Gambar 1. Workshop Seminar Nasional Arsitektur (SEMAR) Universitas Budi Luhur bertempat di Scientia Square Park, Tangerang, Banten.​
Sumber : dok. SKETSA
Ketertarikan dalam proses berarsitektur memiliki daya tariknya sendiri, hal ini tidak jauh dari kata seni dan kreativitas. Dalam berarsitektur, kita pun diajak untuk berpikir secara kreatif dan inovatif karena dengan begitu kita mampu menciptakan sebuah hasil karya seni yang indah. Pada kalangan arsitek di Indonesia sendiri dapat dikatakan bahwa arsitek-arsitek ingin berinovasi menciptakan arsitektur yang kreatif sekaligus estetik. Namun masih banyak yang terlepas dari peminatan cita rasa lokal bagi para arsitek untuk mengulas lebih arsitektur nusantara dalam negaranya sendiri yaitu Indonesia.

Untuk membangkitkan kembali rasa dan pengenalan mendalam pada Arsitektur Nusantara di Indonesia, program studi Arsitektur Universitas Budi Luhur mempersembahkan Seni Mahasiswa Arsitektur (SEMAR) dengan tema “Part of Nusantara Kampung Bena” yang membahas tentang “Napak Tilas Kearifan Lokal Arsitektur Nusantara Kampung Bena”. Dikarenakan ingin mengangkat arsitektur vernakular pada acara SEMAR maka Kampung Bena terpilih sebagai objek tunggal yang ditinjau lebih dalam pada daerah Nusa Tenggara Timur serta menyajikan kearifan lokal arsitektur vernakular di Indonesia kepada masyarakat luas. Program kerja tahunan tersebut diadakan oleh HIMANIKA NAWASANGA (Himpunan Mahasiswa Program Studi Arsitektur Universitas Budi Luhur) yang berlangsung di Ruang Auditorium Universitas Budi Luhur, Jakarta Selatan pada Selasa lalu (1/8/2017).

Gambar 2. Pameran Eksternal berupa maket dalam acara Seminar Nasional Arsitektur (SEMAR) Universitas Budi Luhur di Scientia Square Park, Tangerang, Banten.
Sumber : dok. SKETSA
Acara Semar 2017 ini berlanjut “Dengan persiapan yang begitu mendadak serta dikondisikan dengan acara TKIMAI (Temu Karya Ilmiah Mahasiswa Arsitektur Indonesia) ke-33 ini dapat berlangsung meriah dengan peserta – peserta seminar dari mahasiswa arsitektur berbagai daerah yang turut mendengarkan dan memahami konteks arsitektur nusantara, salah satunya Kampung Bena di Flores, NTT,” ujar Reinhard Jeremi Elkanatane selaku Ketua Pelaksana Acara Seminar SEMAR angkatan 2014 ini. Dalam mengusung tema bahasan di SEMAR 2017 ini sebagai suatu yang murni dari ketua acaranya dan ketua pelaksananya pun mencari referensi yang dapat dikembangkan pada wilayah Nusa Tenggara Timur, maka diangkatlah Kampung Bena sebagai objek bahasan tunggal dalam serangkaian acara SEMAR kali ini.
Gambar 3.  Workshop Trimarta (Nirmana Warna) pada Seminar Nasional Arsitektur (SEMAR) Universitas Budi Luhur di Scientia Square Park, Tangerang, Banten.
Sumber : dok. SKETSA
Acara seminar nasional ini merupakan rangkaian acara dari Semar 2017 lalu yang berlanjut dengan pembawaan materi-materi dari narasumber. Dilanjutkan dengan Diskusi Ilmiah yang berujung pada Ekskursi yang telah dilakukan selama 1 bulan, terdapat pula Workshop Instalasi Bambu serta pameran Internal dan Eksternal yang dipamerkan dari tanggal 23 – 29 April 2018 di Scientia Square Park Summarecon, Tangerang, Banten. Selain pameran Eksternal, terdapat pula workshop Trimarta yang merupakan pengenalan unsur bidang, garis dan warna yang diolah sehingga memiliki dimensi dan volume. Workshop ini diperuntukkan bagi semua kalangan diatas 12 tahun, guna menarik para pengunjung untuk ambil andil sekaligus memperkenalkan seni nirmana datar dalam acara workshop ini.

​Acara penutup ini diharapkan menjadi suatu pembekalan bagi mahasiswa arsitektur maupun masyarakat umum. Dengan harapan para peserta ekskursi yang telah melakukan observasi dan menghasilkan sebuah panel juga maket ini dapat dipahami mulai dari tema sampai materi yang diberikan serta membangkitkan kembali Arsitektur Nusantara menjadikan jati diri Arsitektur Indonesia. Pada pameran dan workshop ini kita diajak untuk memahami dan mengkritisi segala sesuatu tanpa perlu melampaui batas – batas pencapaian kita. Perlu diingat pekerjaan seorang arsitek bukan hanya sekadar untuk mendesain sesuatu yang telah dipengaruhi oleh peradaban jaman, namun mampu mewadahi kehidupan manusia dari sisi lokal yang sudah ada. (EM)