Gambar 1. Tunga Gallery
Sumber: archdaily.com
Sumber: archdaily.com
Tunga Gallery dari Rizoma Arquitetura dibuat sedemikian rupa fleksibel untuk mengakomodasi karya-karya seni. Tidak hanya karya seni yang tertempel di dinding seperti lukisan, tapi juga karya instalasi, atau karya tiga dimensi yang bisa melayang di tanah. Berbeda dengan stereotip galeri pada umumnya, Galeri yang berlokasi di Brumadinho, Brazil, tidak kotak dan polos. Tungga galeri memberikan suasana lain pada ruang pamer lewat pengalaman ruang.
Gambar 2. Denah Tunga Gallery
Sumber: archdaily.com
Sumber: archdaily.com
Berada di tanah berbukit seluas 2194 m2 membuat bangunan ini tetap mengikuti bentuk tanah dengan memanfaatkan kontur yang ada. Tangga sepanjang 1m dengan ketinggian yang landai membuat tangga ini tidak hanya menjadi sebuah jalur sirkulasi, tapi juga menjadi sebuah tempat pamer karya seni.
Gambar 3. Tampak tangga Tungga Gallery
Sumber: archdaily.com
Sumber: archdaily.com
Gambar 4. Selasar Tunga Gallery
Sumber: archdaily.com
Sumber: archdaily.com
Dengan tangga yang dibuat lebar dan panjang, membuat pengunjung tidak hanya berjalan tapi bisa berhenti dan melihat sambil berdiskusi karya seni yang disuguhkan. Tangga yang dihubungkan langsung dengan ramp melampaui lingkup interior bangunan dan menciptakan ruang terbuka yang lapang. Galerinya terbuka dari segala arah membuatnya mudah untuk dijangkau dan pemanfaatan ruang pamer yang luas karena berikut dengan jalur sirkulasi. (BM)
Gambar 5. Interior Tunga Gallery
Sumber: archdaily.com
Sumber: archdaily.com
Referensi: http://www.archdaily.com/605438/tunga-gallery-rizoma-arquitetur















