Categories
Uncategorized

Pameran Bertangga dari Tunga Gallery

Gambar 1. Tunga Gallery
Sumber:
archdaily.com

​Tunga Gallery dari Rizoma Arquitetura dibuat sedemikian rupa fleksibel untuk mengakomodasi karya-karya seni. Tidak hanya karya seni yang tertempel di dinding seperti lukisan, tapi juga karya instalasi, atau karya tiga dimensi yang bisa melayang di tanah. Berbeda dengan stereotip galeri pada umumnya, Galeri yang berlokasi di Brumadinho, Brazil, tidak kotak dan polos. Tungga galeri memberikan suasana lain pada ruang pamer lewat pengalaman ruang.

Gambar 2. Denah Tunga Gallery
Sumber: archdaily.com
Berada di tanah berbukit seluas 2194 m2 membuat bangunan ini tetap mengikuti bentuk tanah dengan memanfaatkan kontur yang ada.  Tangga sepanjang 1m dengan ketinggian yang landai membuat tangga ini tidak hanya menjadi sebuah jalur sirkulasi, tapi juga menjadi sebuah tempat pamer karya seni.

Gambar 3. Tampak tangga Tungga Gallery
Sumber: archdaily.com
Gambar 4. Selasar Tunga Gallery
Sumber: archdaily.com
Dengan tangga yang dibuat lebar dan panjang, membuat pengunjung tidak hanya berjalan tapi bisa berhenti dan melihat sambil berdiskusi karya seni yang disuguhkan. Tangga yang dihubungkan langsung dengan ramp melampaui lingkup interior bangunan dan menciptakan ruang terbuka yang lapang. Galerinya terbuka dari segala arah membuatnya mudah untuk dijangkau dan pemanfaatan ruang pamer yang luas karena berikut dengan jalur sirkulasi.  (BM)
Gambar 5. Interior Tunga Gallery
Sumber: archdaily.com
Referensi: http://www.archdaily.com/605438/tunga-gallery-rizoma-arquitetur
Categories
Uncategorized

AFAIR Universitas Indonesia 2016  

​Pada tanggal 27 Januari, diadakan Opening Architecture UI Fair (AFAIR) yang diselenggarakan di Galeri Nasional Indonesia, Jalan Medan Merdeka Timur. AFAIR merupakan sebuah kegiatan pameran tahunan yang telah berlangsung selama sebanyak enam kali. Selain terdapat beberapa acara menari, AFAIR 2016 juga menyelenggarakan sebuah pameran bertemakan “The World Without US”. Pada pameran ini,  hasil karya desain Mahasiswa Arsitektur, Arsitektur Interior UI maupun hasil karya desain sayembara mahasiswa arsitektur universitas lainnya dipamerkan.
Gambar 1. Halaman Eksterior Galeri Nasional (kiri) dan Welcoming AFAIR UI 2016 (kanan)
Sumber: Dok. SKETSA
Architecture UI Fair yang tahun ini bekerjasama dengan Galeri Nasional Indonesia dan Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan, ini merupakan salah satu bagian dari rangkaian perayaan lima puluh tahun Arsitektur Universitas Indonesia.
 
Kali ini, AFAIR UI 2016 berupaya untuk mengajak masyarakat untuk merespon konteks, dimana setiap tempat memiliki suatu keunikan sehingga kita dalam pemaparkan proses dan pemikiran desain yang merespon dalam beberapa tingkat konteks mulai dari proses yang berawal dari diri manusia pada ruang hidup berkelompok hingga pada pada ruang hidup masyarakat luas akan berbeda satu sama lain. 
Gambar 3. Salah satu karya seni yang terdapat pada Exhibion AFAIR 2016.
Sumber: Dok. SKETSA
Pada tanggal 27 Januari, SKETSA berkesempatan mengikuti Press Tour bersama dengan Prof. Yandi Andri Yatmo, S.T., M.Arch., Ph. D. selaku kurator AFAIR UI 2016 dan Kepala Departemen Arsitektur Universitas Indonesia. Beliau menjelaskan berbagai macam hal, salah satunya adalah bagaimana cara kita melihat konteks. Misalnya kampung kumuh, ketika kita memasuki daerah tersebut kita melihat banyak sekali ketidakteraturan, namun dilain sisi bagi penghuni kampung, material yang kita anggap tidak layak merupakan kreativitas mereka. Mereka dapat beradaptasi dan bertahan hidup pada wilayah tersebut. Sebagai arsitek, kita harus dapat melihat perspektif tersebut. 
Gambar 3. Prof. Yandi Andri Yatmo, S.T., M.Arch., Ph.D (kurator)
Sumber: Dok. SKETSA
Acara kemudian dilanjutkan dengan Touring melihat Exhibition 177 karya mahasiswa yang disertai oleh kurator. AFAIR UI akan berlangsung selama sembilan hari yaitu tanggal 27 Januari 2016 – 4 Februari 2016 dimana terdapat Exhibiton, Lecture, Talkshow, dan Design Competition Final Presentation. Acara ini dibuka untuk publik pukul 10.00-18.00 WIB.  Mari kita ikut meramaikan acara tersebut untuk mendapatkan pengetahuan baru. 
Categories
Uncategorized

Honeycomb Housing Block, Bahamas

Gambar 1. Fasad The Honeycomb
Sumber: archdaily.com
Sebuah blok apartemen mewah di Bahamas menampilkan fasad menyerupai sarang lebah. Proyek yang dinamakan “Albany Marina Residences” atau lebih dikenal dengan “The Honeycomb” ini berlokasi di pantai selatan Pulau New Providence. Bangunan hasil kolaborasi antara BIG, HKS, dan Michael Diggiss Architects ini menawarkan hunian yang dilengkapi kolam renang pada balkon dan dapur pribadi pada tiap kamarnya. 

Gambar 2. Kolam Renang Pribadi pada tiap Balkon
Sumber: archdaily.com
Fasad sarang lebah ini terdapat pada bagian selatan muka bangunan. Bentuk segienam akan membingkai balkon masing-masing kamar apartemen, dengan kolam renang kaca yang menghadap langsung ke laut. Pola heksagonal ini juga diterapkan pada plaza, lanskap, area duduk, dan kolam renang outdoor di sekitar bangunan tersebut.
Gambar 3. Area Plaza The Honeycomb
Sumber: archdaily.com
The Honeycomb terdiri dari delapan lantai dan memiliki luas 16.000 meter persegi. Didesain dengan memaksimalkan kenikmatan alami yang melimpah dari Bahamas, baik dari lanskap maupun lautnya, serta tetap memberikan privasi yang tinggi bagi tiap penghuninya.

Selain sebagai hunian, The Honeycomb juga memiliki toko-toko pusat perbelanjaan pada lantai dasar, di samping lobby apartemen. (JL/Majalah SKETSA)
Gambar 4. Suasana The Honeycomb pada Malam Hari
Sumber: archdaily.com
Categories
Uncategorized

Selamat Tinggal Genting Highlands dan Selamat Datang Twentieth Century Fox Theme Park

Twentieth Century Fox World.
Sumber : 
https://vulcanpost.com/3085/say-goodbye-to-genting-highlands-hello-twentieth-century-fox-theme-park/
Genting Highlands akan direnovasi besar-besaran di tahun 2016. Rencananya Twentieth Century Fox Theme Park akan menggantikan resort yang telah berusia 35 tahun di Genting Highlands.
 
Akan ada lebih dari 25 wahana dan atraksi menegangkan yang diambil dari beberapa film favorit dari Fox, seperti Ice Age, A Night at the Museum, The Life of Pi, Alien vs Predator, dan Planet of the Apes. Dari segi penampilannya, bisa dikatakan bahwa Twentieth Century Fox Theme Park akan jauh lebih menarik dari Genting Highlands.

Genting Highlands.
Sumber : 
https://vulcanpost.com/3085/say-goodbye-to-genting-highlands-hello-twentieth-century-fox-theme-park/
Twentieth Century Fox Theme Park.
Sumber : 
https://vulcanpost.com/3085/say-goodbye-to-genting-highlands-hello-twentieth-century-fox-theme-park/
Jika pada sebelumnya Genting Highlands dapat menarik sekitar 20 juta pengunjung ke resort setiap tahun, maka dengan adanya Twentieth Century Fox Theme Park akan bertambah banyak pengunjung per tahunnya. Ketua Genting Malaysia Tan Sri Lim Kok Thay mengumumkan bahwa mereka menginvestasi 300 juta dolar untuk usaha bisnis yang bekerja sama dengan Twentieth Century Fox.
 
Perencanaan renovasi ini mencakup stasiun kereta kabel baru, arena dengan 10.000 kursi baru, hotel baru, dan area perbelanjaan premium yang mirip dengan Johor Premium Outlets, akan diberi nama Outlet Genting Premium.
 
Referensi : https://vulcanpost.com/3085/say-goodbye-to-genting-highlands-hello-twentieth-century-fox-theme-park/