Categories
Uncategorized

Cara Mudah untuk Mendesain Lanskap yang Dapat Kamu Ikuti!

Landscape plan
Sumber : http://hgtvhome.sndimg.com/content/dam/images/hgrm/fullset/2011/8/16/0/iStock-6240007_landscape-plan_s4x3.jpg.rend.hgtvcom.616.462.jpeg

​Seorang desainer lanskap yang sudah  profesional dapat memulai merancang lanskap dengan survei property dan peta topografi, kemudian biasanya menciptakan serangkaian sketsa konseptual, ketinggian awal dan akhirnya rendering. Kamu tidak perlu menjadi profesional untuk merancang lanskap sendiri, hanya cukup di media kertas saja dan ikuti tips-tips berikut:

1. Membuat grid dasar

Basic grid drawing
Sumber : http://hgtvhome.sndimg.com/content/dam/images/hgrm/fullset/2011/8/16/0/CI-R-and-S-Landscaping_landscape-basemap_s4x3.jpg.rend.hgtvcom.616.462.jpeg

​Mengukur daerah dan mentransfer dimensi dasar untuk grafik kertas atau masukan mereka ke alat desain online seperti Google Sketchup. Selanjutnya, plot posisi fitur tetap bahwa kamu tidak dapat mengubah, atau tidak peduli untuk, seperti bangunan, pohon, jalan masuk, pintu masuk halaman, hardscapes, tampilan, sistem irigasi dan sejenisnya. Di salah satu sudut kertas, gambarkan kompas untuk mengingatkan Anda tentang sinar matahari dan bayangan pola.

2. Mulai sketsa!
Kamu bisa menggunakan kalkir untuk menjiplak berbagai bentuk komposisi, jalur, dan proporsi. Kamu juga bisa memasukkan unsur-unsur seperti semak dan teras ditarik ke skala dan ditempatkan dalam konfigurasi yang berbeda di grid. Jangan mengabaikan rincian praktis, seperti penempatan sistem irigasi dan pencahayaan, berjalan listrik untuk pompa kolam, dan akses.

3. Menggambar rencana akhir

Final plan/rendering
Sumber : http://hgtvhome.sndimg.com/content/dam/images/hgrm/fullset/2011/8/18/0/HGRM_4-Final-Plan-Rendering-Cropped_s4x3.jpg.rend.hgtvcom.616.462.jpeg

Setelah kamu menetap pada pola lalu lintas dasar dan “tulang” dari ruang, maka kamu dapat memulai untuk menggambarkan pohon-pohon dengan gumpalan hijau, tempat tidur bunga berwarna-warni, dan pola paver. Seperti dalam dekorasi ruangan, memvisualisasikan bagaimana warna, bentuk, tekstur dan pola akan bekerja bersama-sama.

4. Memahami apa yang kamu gambar

Plant & hardscape symbol key
Sumber : ​http://hgtvhome.sndimg.com/content/dam/images/hgrm/fullset/2011/8/16/0/CI-R-and-S-Landscaping_plant-and-hardscape-symbol_s4x3.jpg.rend.hgtvcom.616.462.jpeg

Rencana lanskap menggunakan simbol untuk menunjukkan tanaman, bahan hardscape, pohon-pohon, dan fitur arsitektur. Simbol-simbol yang tidak standar sehingga apa pun yang kamu gunakan, pastikan mereka berarti hal yang sama kepada kamu dan desainer lanskap kamu. Mereka harus sederhana dari penampilan sebenarnya dari fitur lanskap. Misalnya, daerah hardscape harus menyerupai bahan dan pola yang akan digunakan zig-zag persegi panjang untuk herringbone bata, bentuk amuba acak untuk batu bendera, titik-titik kecil untuk kerikil, dan sebagainya. Apakah kode warna kamu atau nomor simbol, periksa rancangan akhir rencana kamu untuk memastikan Anda memiliki simbol yang tepat di tempat yang tepat.

Bagaimana? Mudah bukan? Yuk, lihat video berikut agar kamu lebih memahami mendesain lanskap!

Categories
Uncategorized

Aku Diponegoro

“Pameran Aku Diponegoro: Sang Pangeran dalam Ingatan Bangsa dari Raden Saleh hingga Kini adalah sebuah persembahan bagi Diponegoro sebagai pahlawan nasional Indonesia yang besar, untuk evolusi berkelanjutan dari sejarah Indonesia serta kecemerlangan seni dan kreativitas masyarakat Indonesia.”
Venue: Galeri Nasional, Jakarta Pusat
Date: 6 Februari 2015 – 8 Maret 2015 (kecuali hari libur nasional)
Opening hours: 10.00-19.00
SKETSA’s Rating: ***** (5/5 stars)
Free for public
Sebagian besar masyarakat Indonesia mengenang Pangeran Diponegoro sebagai pahlawan perjuangan awal abad ke-19 yang memimpin perlawanan Jawa terhadap Belanda dalam pertarungan yang dikenal sebagai Perang Diponegoro (1825-1830). Selain dari itu, mungkin banyak juga yang mengenali figur Diponegoro dari foto-foto di buku pelajaran Sejarah. Namun ada juga yang sama sekali tidak mengenal sosok beliau. Untuk itu, pameran “Aku Diponegoro: Sang Pangeran dalam Ingatan Bangsa, dari Raden Saleh hingga Kini” berupaya membangkitkan kisah luar biasa Diponegoro (1785-1855) sebagaimana digambarkan oleh pelukis-pelukis klasik dan contemporary art dari khalayak umum.

Dikurasi oleh Dr. Werner Kraus, Jim Supangkat, dan Dr. Peter Carey, pameran ini mencoba mengangkat pendekatan yang dilakukan oleh seniman Indonesia dan masyarakat dalam mengingat Diponegoro. Pameran ini secara garis besar dibagi dalam 3 bagian:

Sorotan utama pameran ini adalah lukisan Raden Saleh pada tahun 1875 yang sangat terkenal, berjudul “Penangkapan Pangeran Diponegoro”.

Jika belum puas, di Gedung B Galeri Nasional Indonesia, juga ada dokumentasi foto dan video yang menjelaskan proses restorasi yang kompleks dan mengagumkan dari konservator spesial Jerman untuk tiga lukisan, di antaranya Penangkapan Pangeran Diponegoro. Di sana dipamerkan juga benda-benda yang berhubungan langsung dengan lukisan legendaris karya Raden Saleh, seperti paku berkarat dari lukisan, sisa kanvas yang koyak, bahan-bahan membuat lukisan, serta alat-alat yang digunakan dalam proses pengerjaan restorasi lukisan. Profil Raden Saleh sebagai seniman asli lukisan ini pun dipaparkan pada satu sisi ruangan.
2. Diponegoro, Raden Saleh dan Sejarah di Mata Seniman Indonesia,
Lukisan mahakarya Raden Saleh ini menuai apresiasi para maestro seniman Indonesia dengan interpretasi mereka masing-masing. Contohnya saja “The Hegemony of Life” karya Indieguerillas yang menginterpretasi ulang lukisan Raden Saleh menjadi komik. “Abstract Logic Series: The Arrest of Diponegoro” karya Aditya Novali juga menarik perhatian pengunjung, karena beliau menyuguhkan interpretasi lukisan “Penangkapan Pangeran Diponegoro” dengan dekonstruksi. Beliau percaya bahwa realitas punya lapisan-lapisan, sedangkan sejarah yang kita kenal sekarang ini terperangkap hanya pada satu lapisan saja. Lukisan-lukisan tersebut dipamerkan pada bagian ini.

Tidak hanya lukisan, juga terdapat berbagai karya-karya seni kontemporer lain, seperti instalasi lukisan minyak dan video (Eldwin Pradipta), instalasi hiasan dinding, patung logam, dan sebagainya. Secara garis besar, tema bagian ini adalah untuk menampilkan berbagai karya seniman kontemporer Indonesia dengan interpretasi dan pendekatan unik mereka terhadap figur Diponegoro.

3. Sisi Lain Diponegoro
Bagian ini memamerkan benda-benda keseharian yang berhubungan dengan Diponegoro. Tulisan-tulisan peninggalan, uang kertas serta koin dengan gambar sosok Diponegoro, wayang, hingga Batik Perang Jawa. Di sini benar-benar diceritakan bagaimana sosok Pangeran Diponegoro telah menginspirasi banyak sekali hal.
Dan sampailah pada bagian yang paling menarik minat pengunjung pada pameran ini, yaitu Ruangan Pusaka. Ruangan gelap dengan dinding kaca ini menampilkan berbagai artefak peninggalan pribadi Diponegoro. Ada 3 benda asli milik Diponegoro yang dipamerkan di sini, yaitu tombak pusaka, pelana kuda, dan tongkat Diponegoro. Ketiga benda ini asli dan telah diuji oleh para arkeolog. Tombak dan pelana telah berada di Indonesia sejak beberapa tahun yang lalu, namun tongkat Diponegoro baru saja dikirim ke Indonesia dari Belanda pada tanggal 5 Februari 2015 lalu. Dari tongkat tersebut, kita bisa memperkirakan tinggi Pangeran Diponegoro (terdapat lengkungan yang mengindikasikan posisi di mana beliau menggenggam tongkat tersebut). Sayangnya beberapa ukiran di bagian logam tongkat tersebut sudah tidak terlihat dimakan usia.

Pameran ini sangat menarik dikunjungi berbagai kalangan, tidak hanya para penikmat seni murni dan kontemporer, namun juga disiplin ilmu lainnya, seperti sejarahwan atau bahkan arsitek. Dengan mengamati lukisan dan kisah-kisah Diponegoro, sedikit banyak kita diajak membayangkan kembali ruang dan suasana perjuangan kemerdekaan pada saat itu. Sejarah tidak pernah terlambat untuk dieksplorasi. (HRP)