Alfamart ingin melebarkan pasarnya kepada kaum milenial tanpa menghilangkan fungsi awal sebagai toko serba ada, sehingga PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk selaku pemilik Alfamart ingin menciptakan sebuah konsep baru yang bernama Alfa-X. Dalam mencapai hal tersebut, diadakan sayembara yang terbuka bagi mahasiwa arsitektur aktif dari seluruh Indonesia dengan kriteria desain industrial, high-tech, instagramable, millenials dan low-medium budget.
Proses Sayembara
Sayembara digelar mulai dari awal pendaftaran pada tanggal 1 hingga 30 April 2019, lalu peserta memiliki waktu hingga satu setengah bulan sampai batas pengumpulan karya pada 15 Mei 2019. Acara penutupan Gelar Karya dilaksanakan pada tanggal 23 hingga 24 Mei 2019 di Alfa Tower Tangerang, mengundang 5 tim finalis dari Universitas Islam Indonesia Yogyakarta, Universitas Gadjah Mada, Universitas Sumatera Utara, Universitas Negeri Semarang dan Universitas Tarumanagara. Acara penutupan terdiri dari presentasi karya sayembara para finalis dan dilanjutkan dengan penjurian untuk menentukan pemenang.
Setelah diadakannya penjurian, daftar pemenang adalah sebagai berikut:
· Juara I : Edward Jospehta Doli, Andre Prianggoro dan Silviana (Universitas Sumatera Utara)
· Juara II : Arie Pandi Pratama (Universitas Gadjah Mada)
· Juara III : Marcellus Rafi, Yabez Koernia dan Steven (Universitas Tarumanagara)
· Juara IV : Nadia Salsabila dan Ratri Sekar Wening (Universitas Islam Indonesia Jogjakarta).
· Juara V : Putri Utami, Unsani Lutfiana dan Eka Dyah Rachawati (Universitas Negeri Semarang).
Pemenang pertama: Designed For Millennials, Fit For Everyone
Berangkat dari kebutuhan milenial yang fleksibel atau mudah beradaptasi dan penuh dengan ide, desain diharapkan dapat ‘menampung’ kebutuhan mereka seperti bersosialisasi dan multi-tasking. Maka terdapat fasilitas seperti toko serba ada, kafe dan ruang bekerja 24 jam agar menciptakan ruang positif pada bagi kaum milenial.
Gambar 4. Eksterior bangunan. (Sumber: dokumentasi peserta sayembara)
Massa memiliki bentuk dasar persegi panjang, dibuat secara efisien dalam segi biaya dan durasi pembangunan. Bagian dalam massa menggunakan split level dan skylight sehingga permainan ruang dan energi menjadi lebih efisien. Fasad menggunakan shading alumunium warna hitam dan polikarbonat warna putih yang disusun seperti huruf X, menunjukan konsep high-tech. Struktur bangunan menggunakan sistem grid untuk mengurangi jumlah kolom dan balok, mengingat fungsi bangunan sebagai komersil yang memerlukan efisiensi dalam luasan ruang, biaya dan proses konstruksi.
Gambar 5-7. Suasana toko serba ada, area co-working dan duduk. (Sumber: dokumentasi peserta sayembara)
Alfa-X S.Parman
Gambar 8-9. Suasana Alfa-X dengan fasilitas makanan serta band untuk berbagai kegiatan. (Sumber: Dokumentasi SKETSA/Jihan Nurmaulida)
Alfa-X S. Parman berlokasi di samping Universitas Tarumanagara merupakan hasil realisasi sayembara dari ke-lima finalis yang diolah oleh pihak Alfamart dengan beberapa penyesuaian lapangan tanpa menghilangkan gagasan utama pemenang sehingga gerai ini ramai dikunjungi mahasiswa untuk nongkrong, bekerja ataupun mengadakan beberapa kegiatan dari himpunan mahasiswa.
Gambar 10. Desain dominan monokrom menampilkan kesan industrial. (sumber: Dokumentasi SKETSA/Jihan Nurmaulida)
PANEL FINALIS SAYEMBARA
JUARA II – Universitas Gadjah Mada, Arie Pandi Pratama
JUARA III – Universitas Tarumanagara, Marcellus Rafi, Yabez Koernia dan Steven
JUARA IV – Universitas Islam Indonesia Jogjakarta, Nadia Salsabila dan Ratri Sekar Wening
JUARA V – Universitas Negeri Semarang, Putri Utami, Unsani Lutfiana dan Eka Dyah Rachawati.