Indonesia sebagai negara yang kaya akan suku dan budaya memiliki beragam karya-karya arsitektur vernakular. Salah satunya adalah tanah Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB), yang masih memiliki konektivitas erat dengan kehidupan agraris Indonesia. Hal ini terlihat dari kehidupan masyarakatnya yang tercermin melalui arsitekturnya dalam bentuk rumah tinggal dan lumbung padi masing-masing keluarga. Pada pertengahan tahun lalu mahasiswa Arsitektur Universitas Indonesia (UI) mengunjungi dan melaksanakan penelitian di tanah Bima dimana hasil perjalanan dan penelitian mereka diabadikan melalui Pameran Eksternal Ekskursi UI 2017 pada tanggal 9-20 Januari 2018 bertempat di Museum Nasional Indonesia, Jakarta Pusat.
Gambar 1. Pembukaan acara Pameran Eksternal Ekskursi UI 2017
Sumber : dok. SKETSA
Sumber : dok. SKETSA
Gambar 2. Antusiasme Pameran Eksternal Ekskursi UI 2017
Sumber : dok. SKETSA
Sumber : dok. SKETSA
Gambar 3. Pameran Eksternal Ekskursi UI 2017
Sumber : dok. SKETSA
Sumber : dok. SKETSA
Rangkaian acara dibuka oleh pameran yang menunjukkan hasil penelitian para mahasiswa dalam bentuk panel, foto, maket, dan lainnya. Selain itu, terdapat acara bedah film pada tanggal 13 Januari dan bedah buku pada 20 Januari. Acara ini ditujukan kepada masyarakat umum, terutama mahasiswa sebagai kaum pelajar untuk lebih mengenal arsitektur vernakular di Indonesia.
Gambar 4. Maket Rumah Jompa
Sumber : dok. SKETSA
Sumber : dok. SKETSA
Gambar 5. Maket Rumah Jompa
Sumber : dok. SKETSA
Sumber : dok. SKETSA
Gambar 6. Salah satu instalasi di Pameran Eksternal Ekskursi UI 2017
Sumber : dok. SKETSA
Sumber : dok. SKETSA
Gambar 7. Instalasi karung beras di Pameran Eksternal Ekskursi UI 2017
Sumber : dok. SKETSA
Sumber : dok. SKETSA
Kegiatan tahunan ini diselenggarakan dengan tujuan mempelajari dan membagikan ilmu dari hasil penelitian studi lapangan mahasiswa arsitektur UI mengenai arsitektur vernakular di Indonesia. Terdapat tiga desa yang dikunjungi, yaitu Sambori, Donggo, dan Wano. Di setiap desa tersebut terdapat rumah panggung yang disebut Rumah Jompa atau dikenal juga dengan Uma Lengge maupun Uma Leme dengan material utama dari kayu dan alang-alang.
Walaupun memiliki fungsi yang sama, perbedaan setiap rumah dapat dilihat dari organisasi ruang dan posisi pintu masuk, seperti Uma Lengge yang pintu masuknya terletak di lantai, sedangkan Uma Leme berada di bagian depan rumah. Uma Lengge terdiri dari dua lantai; lantai pertama sebagai rumah tinggal dan tempat lumbung padi di atasnya, sedangkan Uma Leme hanya terdiri dari satu lantai bangunan dan bahan makanan dikumpulkan pada salah satu sudut dalam bangunan.
Beragam suku di tanah air kita membuat negeri tercinta kaya akan seni dan budaya. Sudah sepantasnya kita kita sebagai masyarakatnya pun lebih mengenal dan mencintai keberagaman tersebut. (ET)






